Inilah yang Perlu Anda Perhatikan untuk Melakukan Perawatan Luka Operasi di Rumah

Alif Aisya – Operasi selalu menyisakan bekas sayatan atau luka pasca bedah yang memerlukan perawatan intensif agar tidak terjadi infeksi ataupun komplikasi pasca operasi. Luka jahitan juga bisa saja terbuka jika Anda terlalu banyak beraktivitas pada saat luka operasi masih rawan. Robeknya luka jahitan bisa berakibat fatal karena bagian tubuh akan kembali terbuka di tengah-tengah lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya. Untuk itu, melakukan perawatan dengan benar pada luka pasca operasi sama pentingnya dengan operasi itu sendiri. Akan tetapi, menjaga luka operasi tak hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Anda bisa melakukannya di rumah setelah dokter mengizinkan untuk pulang pasca pemeriksaan yang dibutuhkan, jika masih ragu apakah bisa melakukan perawatan luka dengan benar atau tidak anda pun dapat menggunakan layanan dokter ke rumah untuk membantu perawatan luka pasca operasi dengan tepat sehingga tidak terjadi infeksi.

Agar perawatan luka operasi di rumah sama dengan di rumah sakit, berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan:

Perawatan Luka Operasi di Rumah

1. Luka harus tetap kering.

Luka operasi dijahit menggunakan bahan yang mudah hancur jika terendam air. Hal ini bisa menyebabkan jahitan kembali terbuka dan terjadi luka ataupun infeksi. Untuk itu pastikan Anda tidak membasahi area luka operasi sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh dokter. Hari pertama pasca operasi umumnya pasien tidak diperbolehkan mandi sama sekali. Untuk operasi besar misalnya di perut atau dada, waktu yang dianjurkan bisa lebih lama. sedangkan untuk bekas operasi kecil misalnya di kaki atau tangan, Anda bisa mandi menggunakan shower dan mengarahkan air agar tidak membasahi perban luka operasi. Jika perban terlanjur basah, segera ganti dengan perban kering yang baru. Atau Anda juga bisa menggunakan perban anti air yang dijual di pasaran.

2. Mengganti perban.

Perawatan luka operasi di rumah yang paling rawan adalah saat mengganti perban. Luka operasi akan dilindungi dari lingkungan luar menggunakan perban. Namun perban juga perlu diganti secara berkala agar tidak menjadi sarang kuman. Berikut ini adalah hal yang perlu Anda perhatikan saat akan mengganti perban:

  • Lepaskan perhiasan dari jari tangan saat akan mengganti perban lalu cuci tangan Anda dengan air mengalir dan menggunakan sabun. Pakai sarung tangan sekali pakai yang bisa Anda beli di apotek.
  • Percikan sedikit air ke tepi perban yang memiliki perekat untuk memudahkan Anda menariknya. Atau Anda bisa mengoleskan kain basah ke bagian tersebut. Tarik perban perlahan-lahan, Anda bisa mengoleskan lagi kain basah jika ada bagian yang sulit untuk dilepas.
  • Setelah perban terbuka, bersihkan terlebih dahulu area yang tertutup oleh perban. Bersihkan menggunakan kasa steril yang telah dibasahi oleh cairan infus garam atau NaCL.
  • Jika dokter memberikan obat yang harus dioleskan pada luka, berikan setelah dibersihkan dengan kasa dan larutan infus garam. Hanya gunakan obat yang diberikan dari dokter saja, tanpa tambahan obat lainnya.
  • Tutup kembali dengan perban baru yang bersih dan rekatkan dengan perekat baru sesuai dengan ukurannya.
  • Buka sarung tangan sekali pakai, buang dan cuci kembali tangan Anda.

Itulah perawatan luka operasi di rumah yang perlu Anda ketahui. Cara ini bisa digunakan untuk luka operasi dengan jahitan misalnya di perut karena operasi sesar atau operasi besar lainnya, di lengan, kaki dan kepala. Beberapa tempat memerlukan cara pergantian perban yang lebih rumit misalnya di bagian kepala karena lebih sulit menempelkan perban. Jika perlu dokter akan mencukur rambut sehingga perban dapat menempel dengan lebih sempurna. lakukan kontrol sesuai dengan waktu yang dianjurkan oleh dokter untuk mengetahui perkembangan luka operasi Anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *